Home > Other > ...
Mengapa Komunis Sangat Dibenci di Indonesia
Hai SNIPers! Apakah kalian pernah mendengar istilah komunis? Sebenarnya apa sih pengertian dari komunis? Nah jadi teman-teman, komunis itu adalah suatu ideologi atau pemikiran yang awalnya dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Paham ini bertujuan menciptakan dunia yang dimana semua orang punya kedudukan yang setara, tanpa kelas atau pun kasta. Sekilas paham ini terdengar sangat indah. Semua orang bisa hidup rukun dan saling berbagi. Akan tetapi, mengapa paham ini begitu ditakuti di negara kita?
Pada zaman kolonial, paham komunis mulai menyebar ke Indonesia. Ada beberapa tokoh yang cukup berpengaruh terhadap penyebaran komunis di Indonesia pada saat itu, beberapa diantaranya adalah Semaun, Darsono, Alimin, dan Musso. Mereka adalah tokoh-tokoh yang mendirikan Partai Komunis Indonesia yang bisa disingkat PKI.
Sebagian besar orang menganggap PKI sebagai pemeran penjahat dalam sejarah Indonesia. Akan tetapi dibalik kisah kelam yang pernah ditinggalkan oleh PKI, partai ini sangat berjasa juga dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka telah menemani perjuangan kemerdekaan dengan organisasi-organisasi kebangkitan nasional yang lain seperti Budi Utomo, Serikat Islam, Masyumi, Murba, dan masih banyak lagi.
Tak lama kemudian paham komunis pun makin menyebar dan banyak rakyat pribumi yang akhirnya memilih untuk bergabung. Hal ini dkarenakan ideologinya yang dirasa cukup sejalan dengan keinginan rakyat pada masa itu yang ingin menuntut keadilan dan kesejahteraan hidup kepada pemerintah kolonial.
Pada tahun 1926-1927 merupakan puncak dari perjuangan mereka. PKI mengadakan pemberontakan di Banten, Batavia, dan Sumatra Barat yang mengakibatkan sebagian besar anggota dan partisipannya ditangkap dan diasingkan ke Boven Digoel, Papua. Setelah itu pergerakan PKI dilarang oleh pemerintah kolonial. Pada masa pendudukan Jepang yang berlangsung selama 1942-1945 pergerakan PKI di bekukan karena Jepang melarang keberadaan partai politik. Akan tetapi para tokoh berpengaruh di PKI masih berusaha melakukan pergerakan bawah tanah atau bergabung organisasi lain.
Pasca proklamasi, PKI aktif kembali dan menjadi partai yang cukup berpengaruh pada masa orde lama. Mereka ikut serta aksi perlawanan terhadap agresi militer blok sekutu yang berlasung dari 1945-1948. PKI membentuk organisasi massa yang berisikan buruh, tani, dan para pemuda. Sebagian anggota yang lain ikut serta dalam laskar rakyat.
Akan tetapi semua itu rusak setelah PKI melakukan aksi yang dianggap sebagai pemberontakan terhadap Republik Indonesia. Peristiwa itu biasa di kenal dengan Peristiwa Madiun 1948. Namun begitu, saat Indonesia mengadakan PEMILU pertama untuk memilih anggota parlemen pada 1955. PKI meraih suara yang sangat banyak dan menempati peringkat ke-4 nasional.
10 tahun selanjutnya PKI kembali melakukan pergerakannya yang biasa di kenal Gerakan 30 September atau biasa di singkat menjadi G30SPKI. Gerakan ini bertujuan untuk merevolusi Republik Indonesia menjadi negara yang berideologi komunis. Ada 6 jendral dan satu perwira yang menjadi korban dari gerakan ini yaitu:
1. Letjen Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat).
2. Mayjen R. Suprapto (Deputi III Men/Pangad).
3. Mayjen M.T. Haryono (Deputi II Men/Pangad).
4. Mayjen Siswondo Parman (Deputi I Men/Pangad).
5. Brigjen D.I. Panjaitan (Asisten IV Men/Pangad).
6. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal AD).
7. Lettu Pierre Andreas Tendean (Ajudan Jenderal Ahmad Yani).
Gerakan ini sangat menggemparkan Indonesia. Mayjen Soeharto yang menjabat sebagai Panglima Kostrad pada saat itu. Ia langsung bergerak cepat mengambil alih kendali Angkatan Darat. Malam 1 Oktober markas G30S di Jakarta berhasil direbut.
Setelah itu Soeharto pun mulai melakukan "Pembersihan" terhadap para simpatisan komunis. D.N.Aidit, ketua PKI pada saat itu tertangkap di Jawa Tengah. Tokoh-tokoh lain seperti M.H.Lukman dan Njoto juga dieksekusi mati. Bukan hanya anggota PKI saja yang terkena imbas, organisasi sayap PKI seperti BTI, Gerwani, Pemuda Rakyat, dan Lekra pun di bubarkan.
Selama 1965-1966 terjadi pembantaian massal terhadap para simpatisan komunis. Tidak pandang bulu, semua orang yang dicurigai sebagai penganut paham komunis maka akan dieksekusi mati tanpa peradilan serta keturunannya ditandai dengan kode tertentu dan akan terkena hukuman secara sosial. Jumlah korban pembantaian ini tidak main-main. Korban nyawa yang tercatat pada masa Orde Baru sebanyak 500 ribu nyawa. Sedangkan menurut pengamat internasional ada 1-2 juta orang yang menjadi korban pembantaian tersebut.
Peristiwa kelam ini masih menyimpan begitu banyak rahasia yang belum terkuak. Ada beberapa ahli yang percaya dalang dari peristiwa ini bukanlah PKI melainkan para pihak tertentu yang ingin menjatuhkan kekuatan PKI pada masa itu yang sangat dekat dengan Soekarno yang merupakan presiden pada saat itu. Namun semua teori-teori itu belum mendapatkan bukti yang kuat untuk bisa dipercaya.
Dari sini kita bisa mengetahui. Indonesia begitu membenci paham komunis dikarenakan kisah kelam yang ditinggalkan oleh PKI. Akan tetapi kita tidak bisa melupakan bahwa PKI juga ikur serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu kita tidak boleh menilai suatu hal hanya dengan hitam dan putih. Karena mungkin ada sisi abu-abu yang kita sadari. Jadi gimana menurut kalian? bisa tulis dikolom komentar dibawah yaa.