Home > My School > ...

Mengenal Geomatika Secara Dekat

Hai, SNIPers! Sebelum sebuah perumahan baru berdiri, sebelum jalan tol dipotong melintasi bukit, sebelum tambang dibuka di tengah hutan. Ada satu tim yang paling pertama masuk. Bukan arsitek, bukan tukang, bukan insinyur sipil. Yang pertama masuk adalah surveyor: orang yang mengukur tanah; membaca permukaan bumi, dan menghasilkan peta yang jadi dasar dari segalanya. Dan itulah yang dipelajari di Jurusan Geomatika.


Jurusan Geomatika di SMK Negeri 1 Balikpapan berdiri sejak tahun 2013, berkembang dari rumpun bangunan yang dulunya mencakup banyak program keahlian sekaligus. Nama "Geomatika" sendiri mungkin masih terdengar asing. Bahkan Heri Gangsarwati, S.Pd selaku pengampu mengakui, banyak orang baru paham setelah dijelaskan bahwa ini adalah ilmu ukur tanah dan pemetaan.


Ngapain Aja SIh?

Pembelajaran di Geomatika berputar di tiga area besar: pengukuran langsung di lapangan, pengolahan data di komputer, dan pembacaan data dari udara maupun satelit.


Dari sisi teori dan praktik lapangan, siswa mempelajari Topografi; ilmu membaca dan mengukur permukaan bumi dari atas, termasuk kontur tanah, elevasi, kemiringan, hingga batas-batas lahan. Ada juga Penginderaan Jarak Jauh, di mana siswa belajar mengambil dan mengolah data dari drone, foto udara, maupun citra satelit. Untuk memahami distribusi dan analisis data spasial, siswa mempelajari SIG (Sistem Informasi Geografis) — yang lebih dikenal secara umum sebagai GIS.

Di sisi digital, semua data pengukuran yang sudah dikumpulkan diolah menggunakan AutoCAD untuk menggambar peta, serta software pembuatan garis kontur untuk memvisualisasikan permukaan bumi secara tiga dimensi. Yang membedakan Geomatika dari jurusan lain adalah porsi lapangannya yang besar. Siswa tidak hanya belajar di lab melainkan juga mereka turun langsung ke lapangan untuk mengukur, menghitung koordinat, dan memverifikasi data sebelum diolah lebih lanjut.


Setelah tiga tahun di Geomatika, siswa memiliki keterampilan yang sangat konkret. Mereka bisa mengoperasikan alat ukur seperti waterpass, theodolite, dan Total Station. Bisa membaca dan menganalisis citra satelit maupun foto udara dari drone. Bisa menghitung koordinat, luas tanah, volume galian dan timbunan dengan akurasi tinggi. Dan bisa menggambar peta digital menggunakan AutoCAD serta software GIS profesional. Satu hal yang ditekankan di Geomatika: ketelitian adalah segalanya. Salah ukur sedikit di lapangan, salah tarik garis sedikit di komputer, efeknya bisa meleset jauh. Siswa yang lulus dari sini harus terbiasa bekerja dengan standar presisi yang tinggi.


Fasilitas & Program Pendukung

Untuk praktik lapangan, siswa langsung terjun ke luar menggunakan alat ukur yang sudah sangat lengkap dalam tiga tahun terakhir. Ada waterpass untuk membaca elevasi dan kemiringan tanah, theodolite untuk pengukuran sudut dan ketinggian yang hasilnya dihitung manual, hingga Total Station yang merupakan alat paling canggih yang langsung membaca jarak antar titik secara otomatis tanpa perlu dihitung manual dengan mistar. Di laboratorium, tersedia komputer dan laptop dengan spesifikasi tinggi berprosesor dan RAM besar, karena software AutoCAD dan GIS memang berat. Koneksi internet juga diperkuat dengan jaringan khusus untuk mendukung akses data penginderaan dan GIS.


Yang juga menarik adalah kerja sama institusi yang dimiliki Geomatika. Jurusan ini sudah MoU dengan Topdam (Topografi Daerah Militer) dan berapapun siswa yang dikirim untuk PKL, semuanya diterima. Di sana mereka membuat peta militer, menentukan koordinat, dan belajar langsung dari lingkungan yang sangat profesional. Ada juga kerja sama dengan PT ITCI, di mana siswa PKL yang performanya menonjol sering langsung ditarik untuk bekerja. Selain itu, ada jalur kuliah yang difasilitasi lewat kerja sama dengan Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) dan Politeknik Pertanian Samarinda.


Peluang Karir

Prospek kerja Geomatika sebenarnya lebih besar dari yang kebanyakan orang bayangkan. Seperti yang disampaikan Bu Heri selaku KaProg Jurusan Geomatika: "Selagi tanah di bumi ini masih ada, pekerjaan pengukuran itu selalu ada."


Lulusan Geomatika bisa berkarier sebagai surveyor lapangan, juru drafting peta, operator GIS, atau asisten perencana tata ruang. Peluangnya terbuka di perusahaan tambang, perusahaan kehutanan, konsultan properti dan perumahan, instansi militer seperti Topdam, hingga BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk pembuatan sertifikat tanah. Satu catatan penting: mayoritas pekerjaan Geomatika ada di sektor swasta; tambang, hutan, konstruksi dan banyak di antaranya pekerjaan lapangan. Masuk hutan, naik gunung, turun jurang. Jadi fisik yang kuat adalah modal nyata, bukan sekadar bonus.


Bagi yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, jalur yang paling linier adalah Teknik Geodesi, Teknik Geomatika, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Geografi. Dengan bekal pengukuran lapangan dan GIS yang sudah kuat dari SMK, siswa Geomatika masuk ke jurusan-jurusan ini dengan pemahaman praktis yang sering kali belum dimiliki teman-teman dari SMA.


Nah, SNIPers, itulah gambaran lengkap tentang Jurusan Geomatika di SMK Negeri 1 Balikpapan. Jurusan ini cocok untuk kalian yang suka kerja lapangan, teliti, kuat secara fisik, dan tertarik dengan ilmu yang langsung bersentuhan dengan bumi — secara harfiah. Di Kalimantan Timur sendiri, jurusan ini masih sangat langka: di Balikpapan baru ada di SMK 1. Artinya, lulusan Geomatika dari sini punya nilai lebih yang tidak mudah ditemukan

di tempat lain.

Ditulis oleh :

Ahmad Aditya andana

Jurnalis :

Darrell