Home > Other > ...
Miopi?
Miopi atau biasa disebut mata minus saat ini banyak dialami anak-anak, khususnya pada rentang usia 6-14 tahun. Terlebih di masa pandemic Covid-19, risiko mata minus pada anak cenderung meningkat. Ternyata ada beberapa factor risiko yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, mulai dari perubahan gaya hidup dan kebiasaan yang biasa dilakukan anak-anak zaman sekarang.

Miopi adalah gangguan kondisi mata yang menyebabkan objek yang letaknya dekat terlihat jelas, sementara objek yang letaknya jauh terlihat kabur. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika seseorang mengalami ketidaksesuaian bola mata atau bagian kurva kornea dalam menangkap fokus cahaya untuk melihat obyek dengan jarak tertentu. Hal ini membuat seseorang membutuhkan bantuan lensa minus untuk dapat melihat dengan jelas. Hal ini cukup mengkhawatirkan, banyaknya anak-anak yang tidak dapat melihat dengan jelas.

Berdasarkan tingginya kasus mata minus pada anak-anak, ada beberapa hal yang menyebabkan tingginya risiko tersebut.
1. Kebiasaan menggunakan gadget
Perkembangan teknologi memengaruhi penggunaan gadget, pergeseran kebiasaan ke arah penggunaan gadget sejak dini.
2. Terbiasa melihat Jarak dekat
Karena terbiasa bermain gadget sejak dini, anak-anak terbiasa melihat Jarak dekat saat bermain gadget.
3. Faktor genetik
Dari banyaknya factor, genetik adalah salah satunya. Apabila dalam Riwayat keluarga ada yang mengalami minus tinggi, kemungkinan anak juga memiliki risiko mengalami mata minus.
4. Kekurangan vitamin D
Menurut sejumlah fakta penelitian, vitamin D sangat berdampak pada kualitas penglihatan seseorang. Dengan memperbanyak aktivitas di luar ruangan dapat membantu anak-anak
terpapar sinar matahari yang merupakan sumber vitamin D.