Home > Other > ...
FOMO (Fear Of Missing Out): Takut Ketinggalan Trend di Media Sosial)
FOMO (Fear Of Missing Out): Takut Ketinggalan Trend di Media Sosial
Hai, SNIPers! Di era digital saat ini setiap remaja bergantung pada media sosial. Banyak para remaja menghabiskan waktu untuk melihat unggahan orang lain mulai dari liburan, hiburan, hingga trend yang sedang viral. Hal ini dapat menimbulkan FOMO (Fear Of Missing Out) yaitu, di artikan dengan rasa takut tertinggal dari pengalaman atau trend yang sedang dilakukan orang lain
FOMO biasa terjadi saat seseorang melihat kehidupan orang lain di media sosial yang membuat dirinya seperti kurang menarik atau kurang mengikuti perkembangan zaman. Contohnya, ketika seseorang melihat suatu barang yang sedang viral dan banyak di beli oleh orang-orang ia harus membeli barang tersebut agar tetap terlihat mengikuti trend atau tidak ketinggalan zaman. Jika dibiarkan FOMO dapat menimbulkan dampak negatif seperti dapat membuat orang menjadi boros, terlalu sering terbuai akan media sosial, dan rasa percaya diri yang menurun.
Padahal, apa yang ditampilkan dalam media sosial belum tentu menggambarkan kehidupan seseorang secara keseluruhan. Setiap orang tentunya memiliki keadaan, kebutuhan, dan jalan hidup yang berbeda. Oleh karena itu, kita perlu mengendalikan diri dan tidak selalu harus/wajib mengikuti trend yang sedang viral.
Namun, FOMO juga memiliki sisi positif jika disikapi dengan bijak. Keinginan untuk mengetahui trend terbaru dapat membuat anak muda terbuka terhadap informasi terkini, mengikuti perkembangan zaman, dan mencoba pengalaman baru. Tetapi, FOMO juga harus dibenahi lebih lanjut oleh diri sendiri agar kita mampu membedakan trend yang bermanfaat bukan yang hanya mengikuti keinginan sesaat
FOMO merupakan fenomena digital yang terjadi dikalangan anak muda. Kita boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri agar terlihat oleh orang lain. Hal terpenting bukanlah seberapa banyak trend yang kita ikuti, melainkan bagaimanan kita memanfaat perkembangan zaman tanpa merugikan diri sendiri.