Home > Other > ...

Sultan Aji Muhammad Sulaiman

Holla SNIPers!Kalian sudah pasti tau nama Bandar udara Balikpapan sekarang adalah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, tapi kalian tau gak siapa sebenarnya sosok pemilik nama tersebut? Penasaran kan?. Mari simak penjelasan berikut ini. 

Aji Muhammad Sulaiman yang bergelar Sri Paduka Sultan Aji Muhammad Sulaiman al-Adil Khalifatul-Mu’minin bin Aji Muhammad Salehuddin (dilahirkan dengan nama Aji Biduk/Pangeran ‘Umar) adalah Sultan Kutai Kartanegara ke-18, memerintah dari tahun 1845 sampai 1899 merupakan putra ke-8 dari Sultan Aji Muhammad Salehuddin, dengan istrinya Aji Kinchana. 

Lahir pada tanggal 8 Februari 1838, menggantikan ayahnya menjadi Sultan pada saat kematian ayahnya tanggal 23 Juli 1845. Beliau diangkat menjadi Sultan pada 19 Oktober 1850.

Beliau terkenal sebagai raja yang arif,bijaksana, dan tekun mengajarkan agama Islam. Atas usaha beliaulah, syiar Islam menyebar di kawasan Kutai. Setiap tahun ia selalu menghajikan rakyatnya ke mekkah. Perhatiannya pada agama, mendorongnya untuk membangun kerja sama dengan kerajaan Mekkah. Para ulama dijadikannya sebagai penasihat kerajaan sepanjang pemerintahannya. 

Dan juga atas kerja sama dengan Insinyur asal Belanda, J.H. Menten telah membuka pertambangan batu bara di Kutai. Dan sampai dengan sekarang pertambangan batu bara masih dilakukan di beberapa site/lokasi di Kutai Kartanegara.

Sultan Aji Muhammad Sulaiman meninggal di Tenggarong pada tanggal 2 Desember 1899, dan dimakamkan di Pemakaman Kerajaan di Tenggarong.

SNIPers pasti penasaran juga, kenapa nama beliau dijadikan nama Bandar udara Balikpapan? Jawabannya adalah karna atas pembukaan pertambangan yang dilakukan pada masa pemerintahannya meluas hingga ke Balikpapan. Bukan hanya tambang batu bara, ada juga pertambangan minyak semakin berkembang hingga sekarang. 

Dan dengan perkembangan ekonomi tersebut, kemudian tercetuslah untuk membangun bandara di kawasan pantai Sepinggan tersebut. Maka, dari latar belakang tersebut, gubernur Awang Faroek melihat hal ini sebagai salah satu cara untuk memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih bagi segala jasa Sultan Aji Muhammad Sulaiman. (ERM)

Ditulis oleh :

Nathanael Gordon Tanu